PELATIHAN PELAYANAN ANTENATAL CARE, PERSALINAN, NIFAS dan SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL { SHK } BAGI BIDAN DI FKTP

Pelatihan Pelayanan Antenatal Care (ANC), Persalinan Nifas dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi bidan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam memberikan layanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas kepada ibu hamil, ibu bersalin dan bayi baru lahir. 

Target Peserta

Bidan Vokasi

Bidan Profesi

Bidan Vokasi Level 5

Bidan Vokasi Level 6

 

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu melakukan asuhan pelayanan Kesehatan ibu dan bayi berdasarkan kewenangannya di puskesmas sesuai standar.

 

Kompetensi

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu:

1. Melakukan pelayanan ANC

2. Melakukan asuhan persalinan

3. Melakukan asuhan masa nifas dan menyusui

4. Melakukan Skrining Hipothiroid Kongenital (SHK)

FASILITAS PESERTA

1.    KIT Pelatihan

2.    Tempat Meeting Full AC dan Kelengkapan Meeting

3.    Makan + Coffee Break

4.    Sertifikat Pelatihan kesmas.

Peserta dibekali materi pelatihan dengan total 43 Jam Pelatihan Langsung (JPL), yang mencakup tiga kelompok utama:

Mata Pelatihan Dasar antara lain kebijakan dukungan menyusui dalam program peningkatan pemberian ASI di Indonesia.

Mata Pelatihan Inti (konsep menyusui, evaluasi kegiatan menyusui, tantangan menyusui pada ibu dan bayi, dukungan terhadap keberhasilan menyusui, serta teknik konseling menyusui),

dan Mata Pelatihan.Penunjang (antara lain Building Learning Commitment, antikorupsi, dan penyusunan rencana tindak lanjut).

Pelatihan ini merupakan upaya nyata dalam memperkuat kompetensi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam pelayanan gizi masyarakat. “Kami berharap para peserta, khususnya tenaga gizi dan bidan Puskesmas, dapat berperan aktif sebagai konselor menyusui di wilayah kerjanya masing-masing. Ini sangat penting untuk pencegahan masalah gizi dan peningkatan status gizi masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan tercipta ekosistem layanan kesehatan primer yang ramah ibu dan bayi serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Tujuan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu melakukan Konseling Menyusui. Kompetensi Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu:
1. Menjelaskan konsep menyusui
2. Melakukan evaluasi kegiatan menyusui
3. Menjelaskan tantangan menyusui pada ibu dan bayi
4. Melakukan dukungan pada keberhasilan menyusui
5. Melakukan konseling menyusui Kriteria Peserta

1.    Peserta Pelatihan adalah tenaga kesehatan di Dinkes Kab/Kota dan Puskesmas diutamakan nutrisionis, tenaga gizi puskemas, pengelola program KIA, bidan desa.

2.    Peserta bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Materi

Materi Dasar
1. Kebijakan dukungan menyusui dalam program peningkatan pemberian ASI di Indonesia
Materi Inti
1. Konsep menyusui
2. Evaluasi kegiatan menyusui
3. Tantangan menyusui pada ibu dan bayi
4. Dukungan pada keberhasilan menyusui
5. Konseling menyusui
Materi Penunjang
1. Building Learning Commitment (BLC)
2. Anti Korupsi
3. Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Metode

  • – Klasikal
  • – Blended
  • – Full Online

FASILITAS PESERTA

  1. KIT Pelatihan
  2. Tempat Meeting Full AC dan Kelengkapan Meeting
  3. Makan + Coffee Break
  4. Sertifikat Pelatihan